Boro adalah desa kecil di lereng bukit menoreh, kurang lebih 35 km dari arah kota Yogyakarta atau kurang lebih 1 jam perjalanan, dekat dengan Sendangsono kurang lebih 5 km, atau ¼ jam perjalanan dari Boro merupakan pula tanah misi, dengan perintis pertama Romo Prennthaler,SJ.

 

Pada Tanggal 15 Desember 1930 para Suster hadir di Boro dan atas Seizin dari Bapak Lurah Bajapawira maka berdirilah rumah sakit bagi warga miskin di daerah Boro, pelayanan kesehatan tidak dipungut biaya sedikitpun, pelayanan kesehatan pada saat itu tidak hanyak untuk daerah Boro Saja namun meluas hingga Kalibawang, Dekso, Promasan dan Nanggulan. 

 

Pada Tahun 1935 Rumah sakit mendapat subsidi dari pemerintah sebesar f 50 / Bulanya, dan pada tahun 1938 menjadi f 1000/ tahun, Suka duka didalam pelayanan di lalui dengan kepercayaan yang besar kepada penyelenggaraan Tuhan,Pada Tahun 1990 – 1998 dalam rentang tahun tersebut RS menambah Pelayanan: Fisioterapi, IGD, Radiologi, diaktifkannya kembali Kamar Bedah dan di Bukanya Poli Spesialis. Pada tahun 1998 dan tahun 2000 Rumah sakit mengikuti akreditasi Rumah Sakit , dan tahun 2012 rumah sakit mengikuti akreditasi RS dengan KARS, Menggunakan Standart 2007 dinyatakan Lulus Tingkat Dasar  Pada Tahun 2015 Rumah sakit mengikuti penetapan kelas oleh Dinas Kesehatan DIY dan Rumah Sakit Santo Yusup Boro merupakan RS tipe D dengan kapasitas tempat tidur 50.

 

Dalam perjalanan pelayanan yang begitu panjang, pada saat ini perkembangan dan kemajuan RSU Santo Yusup Boro telah dirasakan banyak pihak , karena kepercayaan masyarakat yang ikut mewarnai perjalanan sejarah rumah sakit, dan tak lepas dari dukungan Gereja, Pemerintahan Kabupaten Kulon Progo dan semua pihak yang berkehendak baik, maka saat ini   Rumah sakit dapat tetap melayani pasien dengan bekerjasama dengan BPJS kesehatan, Jamkesos, Jamkesda dan Jasaraharja Untuk dapat melayani pasien khususnya wilayah kulonprogo Utara. 

 

Dalam kurun waktu satu dasa warsa, pengelolaan RSU Santo Yusup Boro mengalami banyak kemajuan dalam hal peningkatan Sumber Daya Manusia, penambahan fasilitas dan peralatan-peralatan serta Inovasi pelayanan kesehatan .

1.VIP

Fasilitas :

  • 1 Tempat Tidur
  • 1 Set Kursi Tamu
  • 1 Almari
  • 1 TV Layar Datar
  • 1 Lemari Es
  • Kamar Mandi Dalam
  • AC
  • 1 TT Penunggu

 

2. KLS I

Fasilitas :

  • 2 Tempat Tidur
  • 1 Almari Besar isi 2
  • 1 TV Layar Datar
  • 2 Lemari Es
  • Kamar Mandi Dalam
  • AC
  • 2 TT Penunggu

 

3.Kelas I

Fasilitas :

  • 1 Tempat Tidur
  • 1 Almari
  • 1 TV 14 inci
  • Kursi Tamu
  • Kamar Mandi Dalam
  • Kipas Angin
  • 1 TT Penunggu

 

4.Kelas II

Fasilitas :

  • 1 Tempat Tidur
  • 1 Almari
  • Kamar Mandi Dalam
  • 1 TT Penunggu

 

5.Kelas III

Fasilitas :

  • 6 Tempat Tidur
  • Almari
  • Kamar Manndi dalam